TIPS MENJADI GURU FAVORIT
Dimanapun aku mengajar, selalu menjadi idaman para
siswa-siswi, dalam arti idaman disini hendaknya di pandang segi positifnya.
Yaitu sangat din anti kehadirannya dan selalu menjadi buah bibir diantara para
guru. Kenapa ? awalnya aku gak tahu kenapa, namun setelah bercermin dari
segudang pengalaman dan analisa selama mengajar, sungguh ternyata murid
terdefinisi sama dengan seorang anak yang haus akan kasih sayang kita sebagai
guru. Selama mengajar 5 tahun dalam suatu sekolah swasta, 5 kali juga kuperoleh
predikat “GURU FAVORIT” di setiap ultah sekolah.Dan dijuluki “Guru Gaul” Bukan
suatu kebanggaan yang harus di tonjolkan, namun kepuasan tersendiri karena dari
penerimaan mereka para siswa terhadap guru mereka, itu mendorong mereka untuk
menyenangi mata pelajaran yang kita ajarkan.Alhasil mendukung perolehan nilai
bagi mereka.
Begitu juga saat aku harus melalangbuana ke negeri
orang, walopun aku seorang guru yang berasal dari Indonesia ( dimana masyarakat
Eropa lebih mengenal kota Bali dibanding Indonesia ), namun para siswa bule
tersebut sangat welcome terhadapku.Bahkan yang lebih naïf lagi salah satu dari
mereka sangat mengidolakan aku. Susah-susah gampang memang untuk menjadi
seorang guru yang sempurna di mata para peserta didik, tapi aku bisa melewati itu semua, satu kuncinya, berbekal
ketulusan hati. Selain itu, ada beberapa “jurus” yang harus tetap di “kantongi”
para guru agar gelar guru favorit bisa disandangnya sesegera mungkin. Coba
bayangkan, bagaimana rasanya kalo kita baru keluar dari tempat parkir, sudah
disambut dengan gegap gempita oleh siswa kita? Senang dan bahagia bukan ?
Memang siswa-siswi kita sangat menyenangi kita, tapi apakah kita tak perlu juga
mengusik sedikit isi hati para guru sebagai rekan kita ? di dunia kerja banyak
kharakter yang terkumpul, ada kharakter positif atau sebaliknya. Untuk kharakter
positif, mungkin guru/rekan kita akan menjadikan kita panutan dan contoh serta
tantangan agar mereka bisa menjadi seperti aku. Tapi jika yang kita hadapi
adalah kharakter yang negative, yang terlihat dari mereka adalah tatapan dengki
atau iri dengan keberadaan kita.
Jika demikian apa yang harus kita lakukan? “cuex
aja” itu prinsip yang paling jitu menghadapi para rekan yang kurang suka dengan
keunggulan kita. Nah lanjut untuk jurus ampuh menggaet hati para siswa siswi
kita :
- Menjadi pribadi yang sabar.
Aku selalu sabar dalam mengajar, marahku hanya
jika mereka kelewatan dan melakukan perbuatan fatal, contohnya berbohong dan
menfitnah, itupun aku tak pernah sekalipun membentak mereka, aku selalu
memperlakukan anak didikku dengan KELEMBUTAN.
2. Bisa menjadi sahabat.
Para anak didik kita
adalah seorang pribadi yang hendak menginjak dewasa, dan mereka tidak ingin
keberadaan mereka tak di pandang sebelah mata oleh sekitar, untuk itu,
bersahabatlah dengan mereka terlebih di luar proses pembelajaran.
3. Berkomitmen tinggi dan konsisten.
Jika kita melarang
murid, dalam contoh menggunakan HP di kelas, kitapun harus melaksanakan apa
yang telah menjadi larangan buat mereka, seribukalipun hp kita berdering,
usahakan semaksimal mungkin tidak mengangkatnya saat kita ada dalam kelas.
4. Bisa menjadi pendengar dan penengah yang baik.
Anak didik kita
lebih senang kita mendengarkan keluh kesahnya di banding kita yang nyerocos
dengan masalah pribadi kita. Seberat apapun masalah pribadi kita, jangan pernah
menceritakan ke anak didik, lebih baik kita ceritakan ke SANG PENCIPTA.
Bagaimanapun kesedihan yang kita alami, tetaplah berikan senyum termanis kita
ke anak didik kita, dan tetap selalu panggil nama mereka satu2 saat kita
berpapasan dengan mereka, kalo saya
selalu menyapa mereka seperti ini : “ Hi sweety, how you feel today ?
everything oke ?” sambil membelai rambut mereka.Kita akan tahu bagaimana reaksi
mereka terhadap kita. Anak kecil atau anak remaja akan sangat peka dengan
ketulusan kita terhadap mereka.
5. Mempunyai visi dan misi yang jelas.
6. Bersifat rendah hati.
7. Menyenangi kegiatan pembelajaran (suka mengajar).
8. Dapat memaknai pembelajaran sebagai pelayanan.
Lakukan kegiatan
profesi kita seperti kita melakukan untuk Tuhan, alhasil keberhasilan dan
kesuksesan akan menghadang kita di depan. Jangan pernah bersungut-sungut karena
itu akan mempercepat rasa lelah. Jika kita sudi mengajar ibarat melayani anak
sendiri, maka kita yang akan menuai keberhasilan anak didik kita.
9. Berbahasa cinta dan kasih sayang.
Terus ungkapkan
kelembutan untuk mereka, karena wujud cinta kasih adalah sepenggal kelembutan
dalam perkataan, perbuatan dan pikiran.
10. Menghargai proses.
Semoga
bermanfaat buat para guru


Tidak ada komentar:
Posting Komentar