Minggu, 15 Desember 2013



TIPS MENJADI GURU FAVORIT





Dimanapun aku mengajar, selalu menjadi idaman para siswa-siswi, dalam arti idaman disini hendaknya di pandang segi positifnya. Yaitu sangat din anti kehadirannya dan selalu menjadi buah bibir diantara para guru. Kenapa ? awalnya aku gak tahu kenapa, namun setelah bercermin dari segudang pengalaman dan analisa selama mengajar, sungguh ternyata murid terdefinisi sama dengan seorang anak yang haus akan kasih sayang kita sebagai guru. Selama mengajar 5 tahun dalam suatu sekolah swasta, 5 kali juga kuperoleh predikat “GURU FAVORIT” di setiap ultah sekolah.Dan dijuluki “Guru Gaul” Bukan suatu kebanggaan yang harus di tonjolkan, namun kepuasan tersendiri karena dari penerimaan mereka para siswa terhadap guru mereka, itu mendorong mereka untuk menyenangi mata pelajaran yang kita ajarkan.Alhasil mendukung perolehan nilai bagi mereka.
Begitu juga saat aku harus melalangbuana ke negeri orang, walopun aku seorang guru yang berasal dari Indonesia ( dimana masyarakat Eropa lebih mengenal kota Bali dibanding Indonesia ), namun para siswa bule tersebut sangat welcome terhadapku.Bahkan yang lebih naïf lagi salah satu dari mereka sangat mengidolakan aku. Susah-susah gampang memang untuk menjadi seorang guru yang sempurna di mata para peserta didik, tapi aku bisa  melewati itu semua, satu kuncinya, berbekal ketulusan hati. Selain itu, ada beberapa “jurus” yang harus tetap di “kantongi” para guru agar gelar guru favorit bisa disandangnya sesegera mungkin. Coba bayangkan, bagaimana rasanya kalo kita baru keluar dari tempat parkir, sudah disambut dengan gegap gempita oleh siswa kita? Senang dan bahagia bukan ? Memang siswa-siswi kita sangat menyenangi kita, tapi apakah kita tak perlu juga mengusik sedikit isi hati para guru sebagai rekan kita ? di dunia kerja banyak kharakter yang terkumpul, ada kharakter positif atau sebaliknya. Untuk kharakter positif, mungkin guru/rekan kita akan menjadikan kita panutan dan contoh serta tantangan agar mereka bisa menjadi seperti aku. Tapi jika yang kita hadapi adalah kharakter yang negative, yang terlihat dari mereka adalah tatapan dengki atau iri dengan keberadaan kita.
Jika demikian apa yang harus kita lakukan? “cuex aja” itu prinsip yang paling jitu menghadapi para rekan yang kurang suka dengan keunggulan kita. Nah lanjut untuk jurus ampuh menggaet hati para siswa siswi kita :
  1. Menjadi pribadi yang sabar.
Aku  selalu sabar dalam mengajar, marahku hanya jika mereka kelewatan dan melakukan perbuatan fatal, contohnya berbohong dan menfitnah, itupun aku tak pernah sekalipun membentak mereka, aku selalu memperlakukan anak didikku dengan KELEMBUTAN.

2. Bisa menjadi sahabat.
Para anak didik kita adalah seorang pribadi yang hendak menginjak dewasa, dan mereka tidak ingin keberadaan mereka tak di pandang sebelah mata oleh sekitar, untuk itu, bersahabatlah dengan mereka terlebih di luar proses pembelajaran.

3. Berkomitmen tinggi dan konsisten.
Jika kita melarang murid, dalam contoh menggunakan HP di kelas, kitapun harus melaksanakan apa yang telah menjadi larangan buat mereka, seribukalipun hp kita berdering, usahakan semaksimal mungkin tidak mengangkatnya saat kita ada dalam kelas.

4. Bisa menjadi pendengar dan penengah yang baik.
Anak didik kita lebih senang kita mendengarkan keluh kesahnya di banding kita yang nyerocos dengan masalah pribadi kita. Seberat apapun masalah pribadi kita, jangan pernah menceritakan ke anak didik, lebih baik kita ceritakan ke SANG PENCIPTA. Bagaimanapun kesedihan yang kita alami, tetaplah berikan senyum termanis kita ke anak didik kita, dan tetap selalu panggil nama mereka satu2 saat kita berpapasan dengan mereka, kalo saya  selalu menyapa mereka seperti ini : “ Hi sweety, how you feel today ? everything oke ?” sambil membelai rambut mereka.Kita akan tahu bagaimana reaksi mereka terhadap kita. Anak kecil atau anak remaja akan sangat peka dengan ketulusan kita terhadap mereka.

5. Mempunyai visi dan misi yang jelas.

6. Bersifat rendah hati.

7. Menyenangi kegiatan pembelajaran (suka mengajar).

8. Dapat memaknai pembelajaran sebagai pelayanan.
Lakukan kegiatan profesi kita seperti kita melakukan untuk Tuhan, alhasil keberhasilan dan kesuksesan akan menghadang kita di depan. Jangan pernah bersungut-sungut karena itu akan mempercepat rasa lelah. Jika kita sudi mengajar ibarat melayani anak sendiri, maka kita yang akan menuai keberhasilan anak didik kita.

9. Berbahasa cinta dan kasih sayang.
Terus ungkapkan kelembutan untuk mereka, karena wujud cinta kasih adalah sepenggal kelembutan dalam perkataan, perbuatan dan pikiran.

10. Menghargai proses.




Semoga bermanfaat buat para guru


Tidak ada komentar:

Posting Komentar